PILKADA SUMUT RAWAN KONFLIK
(Waspada Online) Friday, 26 February 2010 19:22
MEDAN – Pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara memprediksi bahwa pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah yang akan dilakukan secara langsung di beberapa daerah di provinsi Sumatera Utara cukup rawan akan konflik. Hal ini diungkapkan oleh kepala bidang Hubungan Masyarakat, Kombes Bahruddin Jafar, kepada Waspada Online, malam ini.
Penilaian ini ia berikan mengingat karena konstituen calon yang akan mengikuti pilkada seluruhnya sangat berdekatan dan bisa bersentuhan langsung. Kerawanan konflik sendiri, prediksinya, akan terjadi dari kegiatan para bakal calon dan massa pendukung ketika proses kampanye dimulai.
”Potensi kerawanan juga bisa terjadi dalam mobilisasi massa lintas daerah. Tingkat mobilisasi para calon dan massa pendukung yang memungkinnya adanya kontak langsung juga bisa menjadi kerawanan,” ungkapnya.
Hal ini pun tidak dipungkuri oleh ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Provinsi Sumatera Utara, Irham Buana Nasution. Ia menilai adanya potensi kerawanan yang cukup tinggi pada pelaksanaan pilkada ini, di antaranya kedekatan emosional antara calon dan konstituen yang sangat erat. ”Potensi kerawanan juga bisa terjadi dalam mobilisasi massa lintas daerah,” ujarnya.
Seperti yang ia contohkan, dalam pilkada di kabupaten Labuhan Batu dan daerah pemekarannya, Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan, dimana Pemkab Labura dan Labusel tidak mampu memberikan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pilkada sesuai waktunya, sebab selam ini masih menyatu dengan pemkab Labuhan Batu sebagai kabupaten induk.
”Karena hal DP4 tersebut, penyelenggaraannya harus terpisah,” ujar Irham.
Untuk mengatasi kerawanan ini, KPUD Provinsi Sumut sudah meminta KPUD di setiap kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada untuk bersikap netral dan tidak mencoba memihak kepada salah satu pasangan calon. ”Jika hal itu ditemukan, KPUD Provinsi Sumut berhak melakukan supervisi dan memberikan sanksi pelanggaran kode etik pada para penyelenggara,” tegas Irham Buana Nasution.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar