| Warta |
| WASPADA ONLINE IDI - Para pengurus dan kader Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Timur, diharapkan dapat menjaga citra organisasi dengan tidak membawa-bawa nama organisasi PII untuk mendukung atau memihak pada salah satu kandidat dalam Pilkada yang akan berlangsung tahun ini. Sekretaris Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Timur, Syarifuddin S Malem, mengatakan citra PII saat ini sudah dikenal sebagai organisasi yang komit dengan tidak menguntungkan satu kelompok atau golongan. Dikatakan, hendaknya organisasi PII harus netral dalam pelaksanaan pilkada, meskipun ada anggota perhimpunan KB PIII yang mencalonkan diri baik menjadi gibernur/wakil gubernur, maupun bupati/wakil bupati. “Dalam hal ini, PII tidak boleh memihak, meskipun kita tahu semua lapisan masyarakat termasuk pengurus PII memiliki hak pilih, silahkan salurkan hasrat politiknya sesuai dengan hati nurani, namun janganlah sekali-kali menyeret institusi karena PII adalah anak umat, bukan anak perseorangan, dan bukan juga golongan,” ujarnya, hari ini. Di lain sisi, pihaknya juga memuji sikap dari kader PII yang selama ini telah memberikan perhatian besar terhadap dunia pendidikan Aceh Timur. “Jadi selama ini bukan dan tidak hanya para guru yang memikirkan kualitas pendidikan, para pengurus PII juga memikirkannya, maka melalui moment ini pertanda dunia pendidikan Aceh Timur sedang menuju puncak keberhasilan,” tambahnya. |
Selasa, 15 Maret 2011
Pilkada, PII diminta netral
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar