Selasa, 22 Maret 2011

CALON BUPATI / WALIK BUPATI NIAS PASANGAN SERIUS SAMPAIKAN VISI DAN MISI

Nias,

Calon Bupati / Walik Bupati Nias Pasangan Serius No Urut 1 Sampaikan Visi Dan Misi Pada rapat paripurna DPRD kabupaten nias yang di hadirin oleh 4 pasangan calon bupati nias periode 2011/2016

Di antara ke empat calon bupati /wakil buapti nias pasangan Serius yang di sampaikan Sabaeli Gulo S.IP yang di dampingi calon wakil bupati nias Nazarius Halawa SH pada rapat paripurna DPRD (19/03) mengatakan kondisi kabupaten nias saat ini masih di hadapkan kepada berbagai permasalahan dan keterbatasan dan berbagai aspek pembagunan seperti prasarana dan sarana traansportasi menuju sentra –sentra produksi sangat terbatas bahkan ada 3 kecamatan yang belum dapat di akses dengan jalan yang baik yaitu : Kec. Ulugawo, Somolo-molo dan Ma’u.

Pada bidang pendidikan aksesibilitas dan kualitas pendidikan masih sangat rendah di perparah oleh kekurangan tenaga guru di hampir seluruh jenjang pendidikan, pad bidan kesehatan masih di keluhkan kualitas pelayanan demikian juga keterbatasan prasarana produksi dan ekonomi seperti prasarana Irigasi, prasarana perdagangan (Pasar) termasuk prasarana jaringan energi yangdi pasok oleh PLN masing menjangkau seluruh masyarakat.

Ragam potensi sumber daya alam yang di miliki cukup besar sekotor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata belum di kelolah semaksimal mungkin, komoditas unggulan yang sekaligus sumber mata pencaharian masyarakat adalah : Karet, Kakao, Kelapa, Padi Sawah, Peternakan, dan perikanan sangat terbatas semuanya itu belum secara optimal di dayagunakan

Sabaeli menegaskan bagaimana upaya meningkatkanproduksi dan produktifitas masyarakat sekaligus peningkatan daya saing produk-produk daerah, bagai mana upaya penyediaan infranstruktur Strategis meliputi jalan dan jembatan, listrik dan Irigasi dan prasaran perdagangan untuk mendukung aktifitas perekonomian daerah, bagaimana meningkatkan keulitas pelayanan publik dan juga peningkatan kualitas pendidikan, kualitas pelayanan kesehatan dan baiamana upaya memperbaiki tata kelolah pemerintahan daerah untk meciptakan pemerintahan yang baik bersih dan efektif (good governace and clean governance) untuk itu bupati dan wakil bupati yang mengetahui betul kondisi dan permasalahan pembangunan serta memiliki komitmen yang kuat untuk megutamakan agenda pembangunan berpihak pada rakyat.

Mantan Pejabat di BPM kabupaten nias ini mengatakan merobah sistem tata kelolah pemerintahan dan pelayan publikbaik melalui restrukturisasi pemerintah yang lebih efektif dan efesien, pembenahan manajemen kepegawaian perbaikan tata kelolah keuangan dan seluruh tata kelolah di pemerintahan lainya maka kita perbaiki danmeningkatkan pelayanan publik.dan jika masyarakat nias mempercayakan kepada pasangan Serius menjadi pimpinan di kabupaten nias secara khusus masyarakat nias mendapat pelayanan gratis pengurusan KTP, Akte Kelahiran dan Akte kematian tahun 2012 ingat Serius No Urut 1 karya nyata bukan kata dengan di sambut tepuk tangan yang meriah para hadirin dan juga para pendukungnya …………………! (

Selasa, 15 Maret 2011

Yuk ke Nias, Aksesnya Makin Mudah...


WWW.NIAS-BANGKIT.COM Penerbangan ke Nias.
Foto:
1 2 3 4

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com - “Sekarang akses ke Nias mudah, Bro!” begitu ungkapan seorang teman, yang juga orang Nias, saat bertemu di acara Natal orang Nias se-Jabodetabek yang dilaksanakan di Jakarta. Ya, berkunjung ke Pulau Nias saat ini sangatlah mudah. Lima puluh menit saja dari Bandara Polonia, Medan, Anda sudah sampai ke Nias. Demikian juga sebaliknya, dari Nias menuju Medan hanya membutuhkan 50 menit. Kini ada 6 kali penerbangan ke Nias dari Bandar Udara Polonia. Dan, dari Nias ke Polonia ada 5 penerbangan.

Kesan terisolasi yang masih membayangi Nias sebaiknya segera dibuang jauh dari pikiran siapa pun yang ingin berpelesir ke pulau indah itu. Seperti diketahui, perjalanan darat yang dulu menjadi pilihan satu-satunya untuk menggapai Nias kini sudah mulai ditinggal orang. Seperti diketahui, dari Medan menuju Nias lewat darat akan memakan waktu sekitar 22 jam dengan rincian, jarak Medan-Sibolga harus ditempuh sekitar 12 jam; Sibolga menuju Gunungsitoli lewat kapal menghabiskan waktu 8-10 jam. Bisa dibayangkan, dulu 22 jam kini dipersingkat menjadi 50 menit saja.

Agaknya pembentukan daerah otonomi baru di Pulau Nias mendorong peningkatan permintaan atas moda transportasi udara ke dan dari Pulau Nias. Seperti diketahui, Pulau Nias kini terdiri atas empat kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, dan Kota Gunungsitoli.

Dengan berkembangnya jumlah pemerintahan daerah otonomi tersebut, maka lalu lintas masyarakat yang pergi dan pulang ke Nias menjadi bertambah banyak. Ditambah lagi, sejak terjadinya gempa besar melanda kepulauan Nias pada 28 Maret 2005. Kehadiran Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Nias dan sejumlah lembaga bantuan kemanusiaan, baik dari dalam maupun luar negeri akibat gempa itu, mendorong permintaan atas layanan transportasi udara Nias-Medan dan Medan-Nias menjadi tinggi. Berbagai maskapai penerbangan pun tidak menyia-nyiakan peluang itu.

Setidaknya ada dua maskapai penerbangan yang rutin melayani penerbangan Nias-Polonia dan Polonia-Nias, yakni Merpati dan Wings Air. Wings Air, anak perusahaan Lion Air, menyediakan pesawat buatan Avions de Transport Regional (ATR), perusahaan gabungan Italia-Perancis, dengan kapasitas 72 tempat duduk. Sementara Merpati dengan pesawat Xian MA 60 buatan Xian Aircraft Industral China berkapasitas 60 tempat duduk. Sebelumnya maskapai penerbangan SMAC (Sabang Merauke Air Charter) pernah menerbangi jalur Medan-Nias ini, tetapi kini dengan alasan tertentu sudah tidak lagi.

Jadwal

Informasi yang diperoleh dari Sion Putri Y. Zebua, pegawai Bernando Travel yang berkantor di Jalan Diponegoro 196, Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, dari Bandara Binaka, diketahui bahwa Wings Air melayani penumpang dengan tiga kali penerbangan, yakni pukul 07.00, 08.20, dan 15.30. Adapun Merpati setiap hari dari Binaka ke Polonia melayani dua kali penerbangan, yakni pukul 08.30 pada pagi hari dan pukul 14.45 pada siang hari. Dengan begitu, dalam sehari ada lima penerbangan dari Bandara Binaka menuju Bandara Polonia Medan.

Sementara dari Bandara Polonia, Medan, jadwal pesawat Wings Air yang terbang ke Nias adalah pukul 05.30, 07.00, 14.15, dan 15.45. Pesawat Wings Air terakhir ini akan “menginap” di Bandara Binaka dan pesawat itulah yang akan terbang pada pukul 07.00 pada keesokan harinya. Demikian juga Merpati, dari Polonia, Medan, pada pagi hari berangkat pukul 06.55 dan 13.10.

Harga Tiket

Berkunjung ke Nias dengan menggunakan Wings Air dan Merpati tidaklah terlalu mahal. Menurut Sion, harga tiket Wings Air bervariasi mulai dari Rp 385.000 (paling murah) hingga Rp 737.000 (paling mahal). Adapun harga tiket Merpati adalah mulai dari Rp 302.000 (paling murah) hingga Rp 781.000 (paling mahal).

Perbedaan harga tiket ini adalah suatu kebijakan maskapai agar tidak mengalami kerugian. “Biasanya, dalam satu penerbangan disediakan beberapa tiket dengan harga promosi. Makanya, ketika tiket khusus tersebut habis, penumpang mengira harga tiketnya dinaikkan. Padahal, sebenarnya tidak. Setidaknya ada sekitar 9 skala disparitas harga tiket tersebut. Hal ini ditempuh oleh maskapai penerbangan agar tidak mengalami kerugian,” ujar seorang pegawai travel di Bandara Polonia beberapa waktu lalu.

Yang menarik lagi, calon pengunjung dari mana saja bisa membeli tiket terusan menuju Nias. Di setiap gerai penjualan tiket Lion Air melayani pembeli tiket terusan yang menuju Nias. Misalnya, dari Jakarta, seseorang yang mau ke Nias bisa langsung membeli tiket ke Nias, meskipun tetap akan transit ke Polonia lebih dahulu.

Nah, bila tempat pariwisata lain sudah pernah di kunjungi, Nias saatnya terbuka lebar untuk Anda jejaki. Orang Nias akan menunggu kedatangan Anda dengan sapaan khasnya, Ya’ahowu.


NUSANTARA - SUMUT
Jum'at, 11 Maret 2011 , 17:38:00

JAKARTA - Bupati Nias nonaktif, Binahati B Baeha 'bernyanyi'. Tak ingin menjadi tersangka seorang diri pada kasus dugaan korupsi bantuan bencana, ia pun menyeret wakil bupatinya, Temazaro Harefa. Menurutnya, Temazaro lah yang menimati uang tersebut.

Binahati berharap agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Temazaro. “Harusnya begitu. Bukan Saya, tapi dia (Wabup Nias) yang menikmati uang tersebut,” kata Binahati usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (11/3).

Menurut Binahati, selaku bupati, tentu dirinya tidak mengurus persoalan yang bersifat teknis. Sehingga kata dia, bila ingin mengungkap masalah korupsi yang sedang disangkakan kepadanya saat ini, KPK mestinya memeriksa pejabat teknis yang mengurus langsung dana bantuan.

Binahati hadir di KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan guna melengkapi berkas pemeriksaan agar segera dilimpahkan ke pengadilan. Namun jadwal pelimpahan itu belum diketahuinya. "Belum tahu. Itu tergantung penyidik,” kata Binahati sembari membantah bila kehadirannya di KPK dalam rangka pemeriksaan lanjutan.

Agar terbebas dari sangkaan, pria berkacamata yang mengenakan kemeja putih datang ke KPK itu mengungkapkan akan mengajukan saksi yang meringankan. Namun ia enggan nama dan jumlah saksi yang akan diusulkan. “Nanti, lihat saja di persidangan,” jawabnya singkat.

Bupati Nias Binahati B Bareha, resmi menjadi tahanan KPK, Januari lalu, usai menjalani pemeriksaan selama 5,5 jam. Ia diduga terlibat menyelewengkan sisa pengelolaan dana bantuan pascabencana alam tsunami Nias. Sebagai kepala daerah, Binahati harus bertanggungjawab terhadap pengelolaan dana miliaran rupiah. Bahkan dirinya dianggap telah menggunakan sisa dana yang tidak sesuai peruntukannya tersebut sehingga menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 3,3 miliar..

Atas perbuatannya itu, Ketua Partai Demokrat Kabupaten Nias tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31/Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) huruf ke-1 KUHP.(mur/jpnn)


Tue, 08 March 2011 21:34:04 | Eta Fajar Wiriatmo Daely (IP = 110.137.26.148) | Onolimbu Lahomi
Dibuka secara langsung oleh Bupati Nias Barat
PEMERINTAH KABUPATEN NIAS BARAT LAKSANAKAN FORUM SKPD
* Forum SKPD merupakan Forum Pendahuluan/Sebelum MUSRENBANG


Onolimbu Lahomi (NiasIsland.Com)

Click to enlarge!" width="250" align="right" border="0">Bertempat di Gereja Katholik Mandrehe, pada hari Selasa tanggal 8 Maret 2011, Penjabat Bupati Nias Barat Drs. Sudirman Waruwu membuka secara resmi Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Nias Barat. Forum SKPD merupakan pertemuan pendahuluan sebelum dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Kabupaten Nias Barat. Forum ini juga dilaksanakan setelah pelaksanaan MUSRENBANG Desa yang dilaksanakan pada awal tahun (bulan Januari), kemudian pelaksanaan MUSRENBANG Kecamatan yang dilaksanakan pada bulan Februari. Forum SKPD merupakan wadah bersama antar pelaku pembangunan untuk membahas prioritas kegiatan pembangunan hasil Musrenbang Kecamatan dan Musrenbang Desa dengan SKPD atau gabungan SKPD sebagai upaya mengisi Rencana Kerja SKPD.

Forum SKPD Kabupaten/Kota bertujuan untuk:
1. Mensinkronkan prioritas kegiatan pembangunan dari berbagai kecamatan dengan Rancangan Rencana Kerja Satuan Perangkat Daerah (Renja SKPD) Tahun Anggaran/ TA. 2012.
2. Menetapkan kegiatan prioritas yang akan dimuat dalam Renja-SKPD TA. 2012.
3. Menyesuaikan prioritas Renja-SKPD dengan plafon/pagu dana SKPD yang termuat dalam prioritas pembangunan daerah (Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah/RKPD TA. 2012).
4. Mengidentifikasi keefektifan berbagai regulasi yang berkaitan dengan fungsi SKPD, terutama untuk mendukung terlaksananya Renja SKPD.

Keluaran yang dihasilkan dari Forum-SKPD Kabupaten/Kota adalah:
1. Rancangan Renja-SKPD berdasarkan hasil Forum SKPD yang memuat kerangka regulasi dan kerangka anggaran SKPD.
2. Kegiatan Prioritas yang sudah dipilah menurut sumber pendanaan dari APBD setempat, APBD Provinsi maupun APBN yang termuat dalam Rancangan Renja-SKPD disusun menurut kecamatan dan desa/kelurahan. Selanjutnya, kegiatan prioritas setiap kecamatan disampaikan kepada masing-masing kecamatan oleh para delegasi kecamatan.
3. Terpilihnya delegasi dari Forum SKPD yang yang berasal dari organisasi kelompok-kelompok masyarakat skala kabupaten/kota untuk mengikuti Musrenbang Kabupaten/Kota.
4. Berita Acara Forum SKPD Kabupaten/Kota.

Acara Forum SKPD Kabupaten Nias Barat 2011 diawali dengan Laporan Pelaksanaan Forum SKPD oleh Kepala BAPPEDA Nias Barat Mesachi Zebua, SIP yang menyampaikan latar belakang, tujuan, jumlah peserta undangan, jadwal waktu pertemuan Forum SKPD. Kemudian dilanjutkan oleh sambutan Wakil Ketua DPRD Nias Barat Drs. Evolut Zebua yang menyambut baik pelaksanaan Forum SKPD dalam membicarakan dan membahas usulan dari kecamatan secara lintas SKPD. SKPD harus memilah dan memilih usulan program dan kegiatan berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan anggaran. Indikator keberhasilan program dan kegiatan harus terlihat dengan input dana yang terbatas diharapkan ada output yang tidak hanya dirasakan oleh aparatur SKPD sendiri juga dirasakan oleh masyarakat sasaran program dan kegiatan yang bertempat tinggal di desa dan kecamatan. Sekdakab Nias Barat Zemi Gulo dalam sambutannya juga mengharapakan SKPD dapat benar-benar merencanakan program dan kegiatan dengan baik. Input anggaran yang terbatas memacu para SKPD untuk membuat terobosan dalam pengucuran anggaran ke kementerian atau pemerintah pusat dan pemerintahan provinsi. SKPD dalam menetapkan sasaran , keluaran dan dampak harus dirasakan oleh masyarakat banyak.

Penjabat Bupati Nias Barat Drs. Sudirman Waruwu dalam arahan dan bimbinganya mengharapkan Seluruh SKPD dapat merencanakan berbagai program dan kegiatan yang mendesak, prioritas dan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat dengan tetap berpedoman pada anggaran yang tersedia. SKPD juga harus dapat menangkap kearifan para pemangku kepentingan secara objektif, proporsional dan tingkat urgensinya. Keluaran dari Forum SKPD ini merupakan Rencana Kerja (Renja) SKPD berdasarkan prioritas dan sumber pendanaan yang akan dihimpun dan disempurnakan dalam Musrenbang menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2012.

Setelah acara pembukaan, Forum SKPD dilanjutkan dengan pemaparan SKPD tertentu menjadi narasumber pada 4 bagian Forum yaitu Forum Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Forum Bidang Ekonomi, Forum Bidang Infrastruktur dan Forum Bidang Pengentasan Kemiskinan. Penulis dhi. Eta Fajar Wiriatmo Daely, SP. MM. yang mewakili SKPD Kantor Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nias Barat menyampaikan Paparan pada Forum Bidang Ekonomi bersama-sama secara panel dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nias Barat Faoloaro Gulo, SPd. Kepala Dinas Perindagtamben Azochi Daeli, SPd. dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Filifo Daeli. Setelah pemaparan dilanjutkan dengan ruang diskusi yang membahas dan memberi masukan terhadap rencana kerja dari setiap SKPD.

Forum SKPD Kabupaten Nias Barat dihadiri oleh Asisten Setdakab Nias Barat, seluruh Pimpinan SKPD, seluruh CAMAT, kepala Bagian Setdakab Nias Barat, Kepala Bidang dan Kepala Seksi, beberapa Anggota DPRD Nias Barat diantaranya Fadaosi Waruwu Ketua Komisi B dan Faonasokhi Daeli Ketua Komisi C, pimpinan ormas, LSM, akademisi dan lain-lain. Forum SKPD ini akan berlangsung sampai hari Rabu, 9 Maret 2011. Dimana pada hari kedua akan diisi dengan perumusan rencana kerja SKPD sebagai bahan rancangan RKPD Kabupaten Nias Barat Tahun Anggaran 2012 yang akan dibahas pada MUSRENBANG Kabupaten Nias Barat yang direncanakan akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 14 Maret 2011.

Sistem Adat Perkawinan Nias: Salah Satu Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nias?

Posted by niasbaru on February 23, 2011

Pengantar
Böwö adalah sebutan mahar dalam sistem adat perkawinan di Nias. Tetapi Böwö ini telah melahirkan problem baru yang tidak selalu disadari oleh masyarakat Nias sendiri. Keganjilan penerapan Böwö ini juga dirasakan oleh mereka yang pernah tinggal (berkunjung) di Pulau Nias. Dan tidak heran jika kebanyakan orang dari luar Nias yang pernah ke Pulau Nias selalu memiliki kesan: mahar, jujuran (böwö, gogoila) perkawinan Nias mahal! Oleh karenanya ketika mereka mau (baca: akan) menikah dengan gadis Nias ada semacam ketakutan, keengganan, keragu-raguan. Dan, tentu hal ini adalah kesan buruk! Ada apa dengan sistem adat perkawinan Nias? Yang salah “sistemnya” atau “masyarakat Niasnya”?

Arti Böwö

Etimologi böwö adalah hadiah, pemberian yang cuma-cuma. Sama halnya kalau kita memiliki hajatan, entah karena ada tamu atau ada pesta keluarga, dsb., lalu kita beri fegero kepada tetangga kita (makanan, baik nasi maupun lauk-pauk yang kita makan saat hajatan itu kita beri juga kepada tetangga kita secara cuma-cuma). Ini adalah aktualisasi kepekaan untuk selalu memperhitungkan orang lain di sekitar kita, juga untuk mempererat persaudaraan. Oleh karenanya tak heran jika masyarakat Nias menyebut orang yang ringan tangan sebagai niha soböwö sibai. Jadi, arti sejati böwö mengandung dimensi aktualisasi kasih sayang orangtua kepada anaknya: bukti perhatian orangtua kepada anaknya!

Lantas kenapa böwö itu kayak dikomersialkan? Indikasi pengomersialan böwö sebenarnya gampang kita lihat. Misalnya, istilah böwö bergeser menjadi gogoila (goi-goila: ketentuan). Malah kata gogoila yang lebih familiar dikalangan tokoh adat Nias saat ini. Untuk mencapai “ketentuan” tentu ditempuh cara “musyawarah”(yang dimediasi oleh siso bahuhuo) dan sepengetahuan saya, dalam musyawah itu terjadi “tawar-menawar” berapa gogoila yang harus dibayar oleh pihak mempelai laki-laki. Jadi, böwö semakin direduksi maknanya: lebih dekat pada konotasi ekonomis (ibarat aktivitas jual-beli) dan bukan pada konotasi budaya. Dan saya percaya, jika pernyataan ini kita lemparkan ke orangtua kita atau ke “orang zaman dahulu”, pasti salah satu jawabannya adalah: da’ana hada Nono Niha (ini adalah adat Nias). Pernyataan semacam itu tentu mengokohkan dimensi statis budaya Nias juga mereduksi nilai-nilai sakral budaya Nias! Padahal seharusnya, budaya itu dinamis sesuai perkembangan zaman. Bahkan dalam pernyataan itu seolah adat yang terpenting dan bukan manusianya. Saudaraku, adat dibuat untuk manusia dan bukan manusia untuk adat. Ariflah menerapkan adat yang tidak membangun. Dulu böwö itu masih masuk akal. Mengapa? Karena sistem perekonomian Nias masih barter. Artinya böwö dihitung berdasarkan jumlah babi dan bukan uang. Sekarang kalau böwö itu di-uangkan, maka akan menjadi beban kehidupan berlapis generasi, karena babi tidak murah (misalnya, seekor babi yang diameternya 8 alisi harganya bisa mencapai Rp 900. 000 – Rp 1 Juta). Read the rest of this entry »

Posted in Berita Aktual Nias, Budaya | 8 Comments »

MK Mulai Proses Gugatan Hasil Pilkada Nias Utara & Nias Barat

Posted by niasbaru on February 23, 2011

JAKARTA, Nias Online – Mahkamah Konstitusi (MK) menindaklanjuti pengajuan gugatan atas hasil pilkada Nias Utara dan Nias Barat. Dikutip dari situs www.mahkamahkonstitusi.go.id, persidangan pertama dengan agenda pemeriksaan perkara gugatan pilkada Nias Utara dilaksanakan pada Rabu (23/2) pukul 11.00 Wib.

Gugatan atas pilkada Nias Utara dengan nomor perkara 23/PHPU.D-IX/2011 dimohonkan oleh pasangan nomor urut 3 Darius Baeha dan Desman Telaumbanua dan pasangan nomor urut 2 Edison Hulu dan Marselinus Ingati Nazara dengan kuasa hukum Hamari Laso, SH, MH, dkk. Sedangkan pihak termohon adalah KPUD Nias Utara.

Sedangkan pemeriksaan perkara gugatan atas pilkada Nias Barat akan dilaksanakan pada hari yang sama pada pukul 13.00 Wib. Dua pasangan yang menggugat (pemohon) adalah pasangan nomor urut 1 Faduhusi Daely dan Sinar Abdi Gulö dengan kuasa hukum Arteria Dahlan, ST., SH, dkk, dengan nomor gugatan 21/PHPU.D-IX/2011. Penggugat (pemohon) kedua adalah pasangan nomor urut 2 Yupiter Gulö dan Raradödö Daely dengan kuasa hukum Petrus Selestinus, dkk. Sedangkan pihak termohon pada kedua gugatan itu adalah KPUD Nias Barat. Read the rest of this entry »

Posted in Berita Aktual Nias, Politik | 1 Comment »

Nias nan Cantik

Posted by niasbaru on February 23, 2011

KOMPAS.com -— Pulau Nias dengan luas 5.318 kilometer persegi menyimpan kearifan lokal dalam konstruksi dan arsitektur rumah. Rumah Nias yang dibangun dengan bahan kayu dan konstruksi fondasi seperti panggung terbukti tahan gempa. Ini tentu berangkat dari pengalaman leluhur suku Nias yang hidup di tanah rawan gempa. Rumah-rumah itu tetap kokoh dan berfungsi hingga kini meski berumur ratusan tahun.

Dalam masyarakat Nias berkembang ungkapan bo’o mbanua bo’o mbowo, bo’o mbanua bo’o vato yang berarti setiap desa memiliki tradisi yang berbeda. Ini, antara lain, tecermin dari beragamnya konstruksi dan bentuk rumah di setiap wilayah di Nias.

Rumah tradisional di Nias Selatan berbentuk segi empat memanjang ke belakang. Posisinya berimpit dan berjajar rapi memanjang. Di setiap perkampungan, deretan rumah tradisional itu dipisahkan oleh jalan desa selebar 30 meter. Ini bisa dilihat di Desa Orahili Fau, Kecamatan Fanayama; Desa Bawomataluo, Kecamatan Teluk Dalam; Desa Hilinawalo Mazino, Kecamatan Mazino; dan Desa Botohilitano, Nias Selatan. Read the rest of this entry »

Posted in Berita Aktual Nias | 1 Comment »

Talent is Never Enough

Posted by niasbaru on February 20, 2011

Oleh Marinus Waruwu

Pada tahun-tahun terakhir ini, bakat mendapatkan perhatian khusus para motivator, guru-guru kepemimpinan dunia. Hal ini tidak terlepas dari berbagai spekulasi yang muncul bahwa bakat sudah cukup mengantar seseorang ke puncak, dan mewujudkan mimpi-mimpinya. Masalahnya, tidak sedikit motivator ulung, dan guru kepemimpinan bereaksi keras, dan menyangkal pandangan ini. Mereka beranggapan bahwa bakat jika tidak pernah diasah, dikembangkan akan mati, tidak berguna. Bahkan bisa menipu karena seseorang terlalu berharap bahwa dengan bakat, keberhasilan akan datang sendiri, sementara bakat-bakat yang dimiliki tidak pernah diasah, teruji.

Talent is never enough, menurut saya salah satu buku legendaris yang berbicara banyak tentang motivasi, dan talenta-talenta. Buku ini ditulis oleh John C. Maxwell. Maxwell seorang guru kepemimpinan multinasional berkebangsaan Amerika. Dari judul bukunya saja sudah terlihat jika bakat tidak pernah cukup. Sebaliknya, ia harus diefektifkan terus menerus. Tentang isi buku yang terbit pada tahun 2008 ini, saya membuat semacam resensi buku, yang pada intinya menyangkut hal-hal penting yang mampu mengefektifkan bakat-bakat seseorang. Saya berharap kaidah emas dari John Maxwell ini mampu mencerahkan hati saudara/I. Maka, mulai dari sekarang pun saudara bisa melakukan gebrakan kecil-kecil dengan mempraktekkan hal-hal praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hidup saya juga tentunya. Read the rest of this entry »

Posted in Motivasi | Leave a Comment »

Hope & Success

Posted by niasbaru on February 20, 2011

Marinus Waruwu

Berbicara success berarti berbicara hope. Artinya bahwa ketika seseorang ingin hidup sukses (success), maka ia harus memiliki sebuah harapan (hope), bahwa suatu saat hidupnya, keluarga, komunitasnya akan hidup sukses, dan hidup bahagia. Harapan dan sukses merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Keduanya bagai pinang dibelah dua. Mereka sama-sama memiliki peran penting (win-win solution).

Harapan tanpa sebuah ideal hidup sukses adalah sia-sia belaka. Tidak punya arah, nilai, atau tujuan yang ingin dituju. Harapan hanya tinggal harapan jika tidak memiliki ideal hidup. Jalan di tempat. Sebaliknya, ideal hidup sukses selalu mendorong setiap orang untuk selalu berharap, berharap, dan berharap. Harapan memaksa orang untuk action. Orang-orang sukses tidak pernah meremehkan “HOPE”. Hope adalah kekuatan. Ia memberi motivasi demi ideal hidup sukses. Read the rest of this entry »

Posted in Motivasi | Leave a Comment »

“FILM ONO SITEFUYU: Sebuah Tragedi Kehidupan”

Posted by niasbaru on October 8, 2010

Marinus Waruwu

Pengantar

Pertama, kita perlu memberikan apresiasi kepada Bapak Ponti Gea (sutradara & produser), dan Bapak Yunus Gea (cerita & scenario) serta para pemain film Ono Sitefuyu=Anak Sesat. Atas kerja sama mereka semua, film ini akhirnya berhasil diluncurkan, dan mudah-mudahan film ini mampu menembus industri perfilman nasional, dan juga internasional. Film ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi orang Nias. Bahwa ternyata kita juga mampu melakukan hal-hal yang lebih besar jika punya kemauan, dan niat. Itu saja!

Kedua, film ini berusaha memberikan kesadaran kepada anak muda Nias agar tidak bermain-main dalam menjalani hidup. Kita punya kendali atas hidup. Maju mundurnya kehidupan tergantung kita. Sebaliknya, hidup berfoya-foya berarti sebuah tragedi! Tragedi karena ditandai dengan rasa hopeless, meaningless atas hidup. Untuk apa hidup jika demikian? Film Ono Sitefuyu adalah gambaran akan hidup seorang anak sesat, yang terjebak dalam perasaan hopeless, dan meaningless. Baginya, hidup hanyalah untuk saat ini, kenikmatan sesaat. Maka, apapun cara dilakukan untuk memperoleh kenikmatan itu termasuk memiskinkan orang tuanya dan saudarinya. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | 2 Comments »

An Education In Posmodernism Era

Posted by niasbaru on October 8, 2010

Marinus Waruwu

Revolusi pemikiran

Revolusi pemikiran yang terjadi dari jaman ke jaman tak terhindarkan. Perubahan paling signifikan adalah menyangkut perubahan pola pikir dalam ranah filsafat, seni, kebudayaan, dan sebagainya. Tentu saja perubahan ini memiliki efek penting terutama dalam pola pikir manusia di setiap jamannya. Misalnya dalam ranah filsafat. Pemikiran filsafat terutama dimotori oleh filsuf-filsuf kondang Yunani seperti Sokrates, Plato, Aristoteles, dan sebagainya. Merekalah peletak dasar peradaban dunia modern. Kemudian berkembang di jaman patrististik (St. Agustinus, dan lain-lain), jaman skolastikat (St. Thomas Aquinas, dan lain-lain), jaman renaissance, jaman pencerahan, jaman modern terutama dalam diri Rene Descartes, dan terakhir adalah jaman posmodernisme.

Kini kita hidup di jaman posmodernisme. Kita tidak merasakan perubahan pola pikir ini. Seolah-olah bahwa kita masih hidup dalam era pemikiran modern. Padahal tidak! Kita sudah beralih ke era posmodernisme. Sebuah aliran besar pasca modernitas. Sayang bahwa kaum awam memang kurang menyadari tentang hal ini. Memang untuk dunia akademik terutama yang berafiliasi dengan pemikiran-pemikiran filsafat bukan hal asing perubahan pola pikir ini bagi mereka. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | Leave a Comment »

Aset Negara Berbiaya 30 Miliar di Nias “Ditelantarkan”

Posted by niasbaru on January 22, 2010

Thursday, January 21, 2010

Sumber: By borokoa, niasonline.net

Medan – Masyarakat Nias mempertanyakan kesungguhan Pemerintah Kabupaten Nias untuk memanfaatkan Aset Negara yang dibangun dengan menelan biaya lebih kurang Rp 30 Miliar berupa Terminal Bus dan Pasar Ya’ahowu di Kota Gunungsitoli Nias.

“Hal ini benar-benar menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat mengingat kedua asset berbiaya puluhan miliar rupiah itu sudah terbangun sejak tahun 2008 yang lalu. Namun, hingga kini belum difungsikan sebagaimana peruntukkannya,” demikian ujar Drs Kosmas Harefa MSi, Sekretaris DPD HIMNI Sumatera Utara kepada wartawan, Senin (18/1).

Kosmas Harefa dengan nada kesal mengungkapkan di akhir tahun 2009 telah menyempatkan diri meninjau berbagai fasilitas umum kebanggaan masyarakat Nias. Namun, kenyataannya bangunan-bangunan itu belum difungsikan sebagaimana mestinya. Read the rest of this entry »

Posted in Berita Aktual Nias | 2 Comments »

Nias peroleh pendampingan pembangunan hingga 2011

Posted by niasbaru on September 22, 2009

Thursday, September 3, 2009

By nias (niasonline.net)

JAKARTA: Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal tetap memberikan pendampingan bagi pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan hingga 2011 pascaberakhirnya tugas Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias.

Lukman Edy, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, mengungkapkan Kementerian melalui program pendampingan masyarakat bersama dengan Bank Dunia melalui program education development project (EDP) melanjutkan program BRR Nias-Aceh dengan anggaran Rp500 miliar per tahun selama 3 tahun ke depan. Read the rest of this entry »

Posted in Berita Aktual Nias | Leave a Comment »

Ahur Jampur, “ Satpam Pelayan Kampung”

Posted by niasbaru on August 10, 2009

Marinus W.

(Tulisan ini dibuat pada saat pelatihan jurnalistik oleh Koran KOMPAS di Karang Tumaritis)

Satpam yang satu ini biasa dipanggil Mang Ahur. Ia menjadi petugas satpam di Karang Tumaritis sejak delapan tahun silam. Perawakannya biasa-biasa saja, tidak ada tanda-tanda jika Ahur adalah seorang petugas keamanan di salah satu padepokan, di kota Lembang. Jika petugas satpam biasanya terlihat garang-garang, namun Ahur justru kelihatan santai, murah senyum, dan bisa diajak bicara. Karena itulah, banyak warga kampung sangat dekat dengan sosok satpam kelahiran 48 tahun silam ini. Menurut cerita tetangganya, sosok Ahur dipandang sangat perhatian akan kebutuhan warga. Apa pun keluhan warga pasti diusahakan oleh Ahur semampunya.

Sosok satpam yang mempunyai tiga orang anak ini memang unik. Ketika masih kecil tidak pernah terlintas dipikirannya menjadi seorang satpam. Sebaliknya, Ahur kecil mempunyai mimpi untuk sekolah setinggi-tingginya. Namun mimpi indah tersebut bukannya tanpa hambatan. Factor keuangan keluarga yang morat-marit membuatnya berhenti bersekolah. Dia pun mencari pekerjaan. Mula-mula diterima salah satu pabrik kebaya di kota bandung. Di sini, Ahur bekerja di bidang listrik. Belum genap enam tahun bekerja di tempat tersebut, Ahur berhenti dan melamar bekerja di PT yang lain. Ia pun diterima. Tetapi belum genap seumur jagung bekerja di tempat ini, Ahur keluar. Ia pun menjadi pengangguran. Namun karena kasih Gusti Allah kepadanya dan keluarganya, sekitar delapan tahun silam, ia diterima sebagai security di Karang Tumaritis. Pekerjaan ini pada awalnya dirasa tidak sesuai dengan cita-citanya, juga karena gaji yang tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga. Keadaan ekonomi yang tidak mengutungkanlah yang membuatnya tetap bertahan, bertahan, dan bertahan menjadi petugas security di Karang Tumaritis. Read the rest of this entry »

Posted in Motivasi | 1 Comment »

Patriot Nias Barat, Iraono Gaechula

Putra Putri Nias Barat
Putra Putri Nias Barat

Persatuan adalah kata kunci keberhasilan untuk mensejahterakan rakyat Nias Barat. Karena kita berbeda-beda, sehingga dibutuhkan persatuan dan kesatuan. Putra-putri Nias Barat yang ikut bertarung nantinya dalam PILKADA, jangan sampai terluka dan menjadi kepahitan. Baik dalam kondisi menang dan kalah, semuanya sama nilainya. “Jangan paksakan diri untuk menang, sekalipun saudara memiliki segudang nilai-nilai yang sangat positif dan sejuta ide untuk memulihkan Rakyat Nias Barat, namun kenyataannya anda kalah dalam kancah demokrasi, terimalah itu sebagai kehendak Tuhan”.

Dr. Fakhili Gulö, MSi : Teknologi dan Inovasi Solusi Mensejahterakan Masyarakat

Memperhatikan pertumbuhan ekonomi Cina yang sangat tinggi bisa mencapai 10 persen. Ternyata kemajuan itu didukung industri berbasis teknologi. Pertumbuhan itu juga sangat terkait sinergi dan kerjasama perguruan tinggi dengan industri, khususnya dalam melakukan inovasi-inovasi yang sangat baik, kita masih lemah dalam hal itu. Kerjasama antara perguruan tinggi dengan industri kita masih jauh dibandingkan dengan Cina dan Korea yang sekarang maju dalam teknologi padahal dengan penggunaan teknologi dan inovasi inilah solusi untuk mensejahterakan masyarakat. Baca selebihnya »

Pdt. Beny Gulo : Biarlah Doa Raja Salomo menjadi Doa para pemimpin di Kabupaten Nias Barat.

* Bupati Nias Barat dan Keluarga beserta seluruh Staf Pemkab Nias Barat adakan syukuran Tahun Baru 2010.

* Penjabat Bupati Nias Barat mengajak seluruh aparatur membaharui pelayanannya kepada masyarakat.

Bertempat di pendopo dan halaman didepan dan sekitar pendopo Bupati Nias Barat di Desa Onolimbu, Kecamatan Lahomi, Kabupaten Nias Barat pada hari Selasa tanggal 5 Januari 2010 berlangsung Kebaktian Ucapan Syukur Tahun Baru 2010 Baca selebihnya »

Cara Mendownload Video Youtube

ikuti cara-cara berikut,

[1]. Download dahulu software YouTube Downloader.zip, klik disini untuk mendownload.

Download youtube downloader

[2]. Masukkan kode verifikasi untuk mendownload, Baca selebihnya »

LOGO DAN AKTA GEMA NIAS BARAT

Logo Gerakan Masyarakat Nias Barat

Baca selebihnya »

LOGO DAN AKTA GEMA NIAS BARAT (lanjutan)

Lanjutan LOGO DAN AKTA GEMA NIAS BARAT

——————– KEANGGOTAAN —————

—————– Pasal 8. —————————
1. Keanggotaan Perkumpulan ini terdiri dari : —-
a) Anggota-anggota biasa, yaitu mereka baik pria maupun wanita yang berasal dari Kabupaten Nias Barat, dengan memenuhi ketentuan Anggaraan Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) perkumpulan —-
b) Anggota-anggota kehormatan adalah orang-orang yang telah banyak berjasa dan menaruh perhatian terhadap pembinaan dan pengembangan perkumpulan ini dan diangkat dengan suatu keputusan rapat Pengurus perkumpulan ——— Baca selebihnya »

10 Tip Untuk Sukses Tahun 2010

Baca selebihnya »

Pemkab Nisbar Berbuat dengan Dana Minim

Pemerintahan Kabupaten Nias Barat (Pemkab Nisbar) mulai aktif Mei 2009 walau dana untuk mendukung roda pemerintahan sangat minim, namun berkat dukungan dan rasa kebersamaan seluruh elemen masyarakatnya kendala tersebut dapat diatasi. Baca selebihnya »

TEMU PERS PEMKAB. NIAS BARAT DILAKSANAKAN DI PENGHUJUNG TAHUN 2009

* Pemerintah Kabupaten Nias Barat Harapkan Dukungan Pemberitaan Pers Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Ternbuka

Pemerintah Kabupaten Nias Barat dalam awal penyelenggaran pemerintah menuju pemerintahan yang terbuka, bersih, berwibawa dan terkelola dengan baik adakan temu pers dengan berbagai wartawan Baca selebihnya »

DPP SALOM SUMBANG SARAN ATAS PELAKSANAAN TUGAS POKOK PENJABAT BUPATI NIAS BARAT SELAMA LK. 7 BULAN

* DPP SALOM BERTEMU DENGAN PENJABAT BUPATI NIAS BARAT DALAM RANGKA SUMBANG SARAN ATAS PELAKSANAAN TUGAS POKOK PENJABAT BUPATI NIAS BARAT SELAMA LK. 7 BULAN

DPP SALOM sebagai ormas pembentuk BPP (Badan Persiapan Pembentukan) Kabupaten Nias Barat dan ormas resmi masyarakat warga Nias di belahan barat Pulau Nias terdaftar di Badan Kesbangpol Kabupaten Nias adakan pertemuan dengan Penjabat Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, SPd di Hotel Soliga Gunungsitoli pada hari Minggu tanggal 27 Desember 2009. Baca selebihnya »

Cara Penulisan Kata Dokter dan Doktor

Masih hangat dalam ingatan kita ketika acara pelantikan tanggal 20 Oktober 2009 lalu, Ketua MPR RI dengan terbata-bata dan salah menyebutkan gelar Presiden SBY dan Wakil Presiden Budiono. Beberapa kali beliau menyebut SBY dan juga Boediono dengan dokter bukan doktor. Baca selebihnya »